GerejaKatolik sungguh menyadari fakta keberagaman dalam masyarakat, dan menawarkan ajaran-ajaran yang memuat model-model berdialog dalam masyarakat. Dengan cara itu, Oleh Hariman A. Pattianakotta Saya pernah membaca sebuah artikel, kesaksian dari seorang pemimpin perusahaan. Kebetulan orang ini adalah seorang Kristen. Ia juga aktif dalam pelayanan di gereja. Menurutnya, memimpin gereja jauh lebih sulit dari memimpin perusahaan. Apa pasal? Ia mencontohkan. “Kalau di perusahaan, target yang ingin dicapai serba terukur. Perintah seorang atasan jelas kepada bawahannya. Jika performance bawahan tidak sesuai, evaluasi dan ganti! Keputusan yang diambil pun harus cepat, kalau tidak cepat akan ketinggalan. Rejekinya diambil orang.” “Sementara kalau di gereja, yang dikedepankan adalah persekutuannya. Demi persekutuan, yang sudah jelas-jelas salah pun kadang sulit untuk diubah, sebab mekanismenya panjang.” “Belum lagi soal rasa. Kita sering enak gak enak mengambil keputusan tegas. Kalau bersikap terlalu tegas, dianggap kurang pastoral. Sementara katanya gereja adalah persekutuan pastoral. Inilah yang terkadang membuat orang seperti saya tidak efektif dalam pelayanan.” “Kalau di perusahaan, kita mengambil karyawan sesuai dengan standar kita. Harus sarjana dan punya kompetensi tertentu. Sementara di gereja, semua ada. Maaf, dari yang tidak sekolah sampai yang profesor ada di gereja. Bagaimana memimpin secara efektif dengan komposisi seperti ini sangat tidak mudah. Karena itu, menurut saya, memimpin di gereja lebih sulit dari memimpin perusahaan.” Organisasi dan Organisme Apa yang diungkapkan di atas mencerminkan tegangan antara gereja sebagai “organisasi” dan “organisme”. Jika kita membaca bukunya Romo Mangunwidjaya, “Gereja Diaspora”, kedua hal itu dipertahankan untuk selalu berada dalam ketegangan yang kreatif. Betul, gereja adalah koinonia, persekutuan yang saling mengisi dan saling berbagi. Gereja adalah tubuh Kristus. Sebagai tubuh organis, anggota-anggota gereja diikat oleh Roh Kudus, yang membuat kita bisa saling merasa. Menangis dengan yang menangis, tertawa dengan yang berbagia. Sebagai koinonia atau organisme yang hidup, kita diajak untuk peduli, berbagi, menyembuhkan, menguatkan. Karena itu, yang cepat mesti bertenggang rasa dengan yang tidak cepat atau yang lambat. Yang cepat tidak boleh berlari sendirian. Namun, di sisi lain, gereja juga adalah organisasi. Gereja ditata dengan aturan. Gereja dituntun oleh visi dan misi. Gereja juga mesti dibuat menjadi organisasi yang efektif, efisien, dan transformatif. Strategi dan program-programnya mesti terukur dan harus selalu dievaluasi. Demikian juga dengan para pelayannya. Orang-orangnya mesti terbuka untuk dikembangkan dan diperbaharui. Sebab, dunia terus berubah dengan cepat. Karena itu, orang-orang yang memimpin dan melayani gereja harus pula berubah dan berbesar hati untuk dievaluasi serta diperbarui. Dengan demikian, antara organisme dan organisasi tidak perlu dipertentangkan. Gereja adalah persekutuan yang hidup, karena itu gereja juga harus ditata dan terus diperbarui. Hal ini sesuai dengan semboyan Reformasi “Ecclesia reformata semper reformanda” Supaya gereja bisa melakukan reformasi secara baik, gereja mesti belajar dari cara organisasi dunia ditata untuk menjadi semakin efektif, efisien, dan transformatif, tentu tanpa meninggalkan jatidirinya sebagai gereja Yesus Kristus. Artinya, gereja harus serentak menjadi organisasi dan organisme yang hidup. Contoh konkretnya seperti apa? Begini. Gereja sebagai persekutuan harus tetap dijaga. Kasih mesti tetap menjadi pengikat. Nilai-nilai Kerajaan Allah tetap menjadi misi gereja. Serentak dengan itu, gereja harus membuat visi, misi, strategi, dan program yang terukur dalam rangka implementasi misi Allah. Bahkan, gereja melalui para pemimpinnya harus selalu siap dievaluasi, program-programnya harus siap diganti apabila tidak relevan. Dan untuk itu, tidak perlu bertele-tele menunggu satu rapat atau persidangan yang satu ke rapat atau persidangan yang lain. Gereja harus bergerak cepat dan lincah di tengah arus perubahan yang tidak bisa ditahan-tahan oleh siapa pun. Untuk itu, selain harus tetap berpegang pada Firman, gereja juga perlu membuat aturan main yang tidak mengekang perubahan. Mekanisme organisasi dibuat untuk memperlancar roda organisasi. Hal lainnya adalah leadership yang visioner, berani mengambil langkah perubahan meski tidak populer, dan tegas. Yang terpenting adalah apa yang hendak dikerjakan itu adalah sungguh-sungguh untuk kemajuan umat dan masa depan gereja itu sendiri, bukan untuk kepentingan diri pribadi atau kelompok. Yang berlari kencang harus tetap berlari kencang. Yang berlari lambat, diberikan oksigen dan energi tambahan supaya bisa menyusul dengan cepat. Bukannya membuat yang cepat menjadi lambat. Oleh karena itu, sistem ditata, program-program dirancang dan diimplementasikan, supaya yang lambat bisa menjadi lebih cepat. Yang lemah dibuat menjadi kuat. Sinergi dan energi harus diarahkan untuk itu seefektif mungkin. Yang tidak efektif dipotong, sama seperti yang Yesus Kristus sendiri ajarkan. Ranting yang tidak berbuah dipotong, dibersihkan, supaya bisa berbuah, atau minimal tidak menghambat ranting yang lain untuk berbuah lebih lebat. Jika kita bisa memadukan secara kreatif organisasi dan organisme dalam hidup bergereja, maka gereja akan semakin efektif, efisien, dan mampu mentransformasi kehidupannya dan kehidupan masyarakat. Selamat malam dan selamat beristirahat. Tuhan memberkati kita semua. Salam
gambaranyang menyerupai itu, yaitu dengan adanya Komite Medik sebagai Organisasi Staf Medik yang dapat langsung bertanggung jawab kepada pemilik. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah susunan unsur-unsur utama di rumah sakit yang ada di Amerika itu sama dengan kenyataan di rumah sakit Indonesia? DEFINISI GOVERNING BODY
Apa yang Kita Percayai Para anggota Gereja yang baru sering mendengar istilah-istilah yang belum mereka dengar sebelumnya kunci-kunci imamat, pengukuhan, penumpangan tangan, pembaptisan bagi orang mati, Kebersamaan, Lembaga Pertolongan, dan sebagainya. Dan mereka mendengar istilah-istilah familier yang digunakan dengan cara yang tidak familier diaken, bapa bangsa, uskup, penasihat, sakramen, pemanggilan, pembebastugasan, kesaksian, tata cara, dan banyak yang lainnya. Jika Anda mendapati diri Anda dalam situasi seperti itu, jangan khawatir. Semakin sering Anda menghadiri Gereja, menelaah tulisan suci dan materi pelajaran, serta berinteraksi dengan para anggota Gereja, semakin baik Anda akan memahami istilah-istilah ini. Sementara itu, jangan ragu untuk bertanya kepada para anggota lingkungan atau cabang Anda; mereka akan senang menjelaskan apa pun yang tidak masuk akal bagi Anda. Istilah-istilah seperti ini penting karena itu mencerminkan ajaran, kebijakan, praktik, dan organisasi Gereja, yang berasal dari tulisan suci serta wahyu kepada para nabi modern. Juruselamat memimpin gereja-Nya zaman sekarang dengan mewahyukan kehendak-Nya kepada Presidensi Utama Presiden Gereja dan dua penasihatnya serta Kuorum Dua Belas Rasul. Gereja diorganisasi pada zaman sekarang pada dasarnya sama dengan cara Tuhan mengorganisasinya ketika Dia berada di bumi lihat Pasal-Pasal Kepercayaan 16. Sama seperti di masa Alkitab, kita memiliki nabi, rasul, anggota Tujuh Puluh, misionaris yang pergi berpasangan, serta uskup dan para pemimpin setempat lainnya. Semua yang melayani di Gereja adalah sukarela. Mereka dipanggil diminta untuk melayani melalui ilham dari para pemimpin mereka. Seiring waktu Anda akan diberi pemanggilan—tanggung jawab, kesempatan untuk melayani. Sewaktu Anda menerimanya dengan rela dan memenuhinya dengan segenap kemampuan Anda, Tuhan akan memberkati upaya-upaya Anda untuk melayani anak-anak-Nya. Tidak peduli latar belakang Anda, Anda dapat berkontribusi dengan karunia-karunia rohani yang berharga. Sebagai anggota Gereja, Anda adalah bagian dari “tubuh Kristus” lihat 1 Korintus 12. Kontribusi Anda penting bagi fungsi Gereja. Gambar Ilustrasi oleh David Habben Para pemimpin di lingkungan Anda melayani dalam sebuah presidensi seorang presiden dan dua penasihat Uskup dan kedua penasihatnya membentuk keuskupan dan mengetuai lingkungan. Presidensi Lembaga Pertolongan melayani para wanita di lingkungan dan membantu memperkuat keluarga-keluarga mereka. Presidensi kuorum penatua dan para pemimpin kelompok imam tinggi melayani para pria di lingkungan dan membantu memperkuat keluarga-keluarga mereka. Presidensi Pratama melayani anak-anak, dan presidensi Remaja Putra serta Remaja Putri melayani remaja usia 12–18. Presidensi Sekolah Minggu mengawasi kelas-kelas Sekolah Minggu dan membantu meningkatkan pembelajaran dan pengajaran Injil di lingkungan.
Komunikasi– Tentunya sebagian dari anda sudah paham apa itu komunikasi. Pengertian komunikasi sendiri adalah suatu aktivitas penyampaian informasi, baik itu berupa ide, dan gagasan dari satu pihak ke pihak lainnya. Pada umumnya, aktivitas penyampaian komunikasi ini akan dilakukan secara verbal atau lisan sehingga dapat memudahkan kedua belah
Cara Juruselamat Memimpin Semua pemimpin Gereja dipanggil untuk membantu orang lain menjadi “pengikut sejati … Yesus Kristus” Moroni 748. Untuk melakukan hal ini, para pemimpin terlebih dahulu berusaha menjadi murid setia Juruselamat, menjalaninya setiap hari sehingga mereka dapat kembali hidup di hadirat Allah. Kemudian mereka dapat menolong orang lain mengembangkan kesaksian yang kuat dan semakin dekat kepada Bapa Surgawi dan Yesus Kristus. Program dan kegiatan Gereja menolong mencapai tujuan ini. Para pemimpin dapat dengan cara terbaik mengajar orang lain bagaimana menjadi “pengikut sejati” melalui teladan pribadi mereka. Pola ini—dengan menjadi murid yang setia untuk menolong orang lain menjadi murid yang setia—adalah tujuan di balik setiap pemanggilan di Gereja. Saat para pemimpin melayani menurut pola ini, mereka menolong para anggota Gereja berkeinginan menjadi layak untuk pernikahan bait suci dan berkat keluarga kekal. Asas-Asas Kepemimpinan Injil Bersiap secara Rohani Juruselamat memerintahkan Petrus, “Jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu” Lukas 2232. Saat para pemimpin insaf dan tumbuh secara rohani, mereka dapat menolong orang lain menjadi insaf dan tumbuh secara rohani. Para pemimpin mempersiapkan diri mereka sendiri secara rohani sewaktu mereka menaati perintah-perintah, menelaah tulisan suci dan ajaran-ajaran para nabi zaman akhir, berdoa, berpuasa, serta merendahkan hati mereka di hadapan Tuhan. Dengan persiapan ini, mereka dapat menerima ilham untuk membimbing mereka dalam kehidupan pribadi mereka, tanggung jawab keluarga mereka, dan pemanggilan mereka. Berperan Serta dalam Dewan Dalam dewan, para pemimpin bertemu di bawah arahan para pejabat ketua untuk membahas cara menolong individu-individu dan keluarga-keluarga. Dibimbing oleh Roh Kudus, mereka bekerja bersama untuk menentukan cara yang efektif untuk melayani para anggota organisasi mereka. Beberapa contoh dewan dalam Gereja adalah dewan lingkungan, dewan pasak, keuskupan, serta presidensi kuorum dan organisasi pelengkap. Untuk memperoleh bimbingan mengenai berperan serta dalam dewan, lihat bab 4. Melayani Orang Lain Seperti Juruselamat, para pemimpin berupaya untuk melayani individu-individu dan keluarga-keluarga, baik secara rohani maupun secara jasmani. Mereka mengurus setiap orang, tidak hanya tentang mengelola suatu organisasi. Mereka menjangkau para anggota baru, anggota yang kurang aktif, dan mereka yang mungkin kesepian atau memerlukan penghiburan. Tujuan dari melayani adalah untuk menolong orang lain menjadi pengikut sejati Yesus Kristus. Melayani orang lain mencakup Mengingat nama mereka dan menjadi akrab dengan mereka lihat Moroni 64. Mengasihi mereka tanpa menghakimi mereka lihat Yohanes 1334–35. Menjaga mereka dan memperkuat iman mereka “satu demi satu,” sebagaimana yang dilakukan Juruselamat 3 Nefi 1115; 1721. Menjalin persahabatan yang tulus dengan mereka serta mengunjungi mereka di rumah mereka dan di tempat lain lihat A&P 2047. Mengajarkan Injil Yesus Kristus Semua pemimpin adalah guru. Pengajaran yang efektif mengilhami orang untuk memperkuat hubungan mereka dengan Allah dan hidup menurut asas-asas Injil. Pengajaran yang paling kuat dari para pemimpin datang dari teladan pribadi mereka. Para pemimpin juga mengajar dengan membagikan kesaksian mereka dan mengadakan pembahasan yang berdasarkan ajaran dalam pertemuan kepemimpinan, kelas, dan kegiatan. Mereka mengajar dari tulisan suci dan perkataan para nabi zaman akhir. Mereka tahu bahwa “pengkhotbahan firman … [telah] memiliki dampak yang lebih kuat … daripada pedang, atau apa pun yang lain” Alma 315. Selain pengajaran Injil kepada mereka sendiri, para pemimpin imamat dan organisasi pelengkap bertanggung jawab atas mutu pembelajaran dan pengajaran dalam organisasi mereka. Mereka memastikan bahwa pengajaran dalam kelas-kelas mereka penuh makna, meneguhkan, dan berajaran sehat. Untuk bimbingan tambahan mengenai mengajar Injil dan mengawasi upaya meningkatkan pembelajaran dan pengajaran, lihat Mengelola Imamat atau Organisasi Pelengkap Para pemimpin akan paling efektif dalam upaya mereka untuk memperkuat orang lain saat mereka mengikuti petunjuk yang ditetapkan Gereja. Petunjuk untuk mengelola imamat dan organisasi pelengkap terdapat dalam bab 7–12. Petunjuk Tambahan bagi Pemimpin Mewakili Tuhan dan Gereja-Nya Karena para pemimpin Gereja telah dipanggil oleh Tuhan melalui para hamba-Nya yang ditetapkan, mereka mewakili Dia dan Gereja-Nya. Sebagai wakil Juruselamat, para pemimpin melihat-Nya sebagai teladan mereka. Dia berfirman “Orang macam apakah seharusnya kamu adanya? Sesungguhnya Aku berfirman kepadamu, bahkan seperti Aku” 3 Nefi 2727. Membangun Kesatuan dan Keharmonisan Tuhan telah berfirman, “Jadilah satu; dan jika kamu bukan satu kamu bukanlah milik-Ku” A&P 3827. Para pejabat ketua mengimbau kesatuan dengan mencari nasihat dari para pria dan wanita yang melayani bersama mereka. Para anggota presidensi dan dewan menolong menegakkan kesatuan dengan membagikan perasaan dan gagasan jujur mereka, berkomunikasi secara jelas, serta mendengarkan satu sama lain. Saat para pemimpin organisasi Gereja mengikuti para pemimpin imamat mereka dan saat anggota presidensi dan dewan dipersatukan, mereka dapat menerima bimbingan dari Roh Kudus serta memimpin menurut kehendak Tuhan. Mempersiapkan Orang Lain Menjadi Pemimpin dan Guru Di sejumlah lingkungan, para pemimpin berulang kali bersandar pada kelompok kecil orang untuk memberikan pelayanan dalam imamat dan organisasi pelengkap. Hal ini dapat terlalu membebani beberapa orang yang setia, dan itu juga dapat menghalangi orang lain mendapatkan pengalaman yang dapat menolong mereka belajar dan tumbuh. Para pemimpin yang efektif memberikan kepada semua anggota kesempatan untuk melayani. Sewaktu para pejabat ketua dengan penuh doa mempertimbangkan para anggota untuk mengisi jabatan kepemimpinan dan pengajaran, mereka hendaknya ingat bahwa Tuhan akan menjadikan mereka yang Dia panggil memenuhi syarat. Para anggota tidak perlu berpengalaman banyak sebelum melayani sebagai guru dan pemimpin. Mereka dapat belajar dari pengalaman, dengan menjalankan iman dan bekerja dengan tekun, serta dengan menerima petunjuk dan dukungan dari para pemimpin mereka. Para pejabat ketua mencari cara untuk memberikan kesempatan pelayanan kepada para anggota baru, anggota yang aktif kembali di Gereja, dan dewasa lajang muda. Para anggota baru dan yang aktif kembali bergairah tentang Injil yang dipulihkan, dan mereka sering kali siap dengan kesempatan untuk melayani orang lain serta belajar tentang Gereja. Dewasa lajang muda memerlukan kesempatan untuk berkontribusi dalam pekerjaan Tuhan dan tumbuh secara rohani. Untuk informasi tentang merekomendasikan para anggota untuk melayani dalam pemanggilan Gereja, lihat dan Mendelegasikan Tanggung Jawab dan Memastikan Pertanggungjawaban Para pemimpin secara individu tidak dapat dan hendaknya tidak melakukan segala sesuatu sendiri. Para pemimpin yang berusaha untuk melakukan terlalu banyak akan “sangat lelah” Keluaran 1818, dan demikian juga orang-orang yang mereka layani. Para pemimpin hendaknya mendelegasikan kesempatan pelayanan kepada orang lain, seperti para penasihat, juru tulis, dan anggota dewan atau komite. Pendelegasian mencakup lebih dari sekadar memberi seseorang suatu penugasan. Itu mencakup unsur-unsur berikut Menjelaskan tujuan penugasan, menyarankan cara yang dapat dilakukan, dan menjelaskan kapan tugas itu hendaknya diselesaikan. Orang yang ditugasi hendaknya memahami dan menerima tanggung jawab untuk melaksanakan penugasan itu dan melaporkannya. Menyimpan catatan tertulis mengenai penugasan itu dan memeriksa kemajuan dari waktu ke waktu. Menghormati upaya orang yang ditugasi untuk mengembangkan rencana dan memenuhi tugasnya. Para pemimpin memberikan dorongan dan bantuan sewaktu diperlukan. Meminta orang itu melaporkan kembali tentang tugas tersebut. Setelah menerima laporan, pemimpin menerima upaya terbaik dari orang tersebut dan mengungkapkan penghargaan untuk hal-hal yang baik yang telah orang itu lakukan. Memperingatkan terhadap Dosa tetapi Mengasihi Pendosa Para pemimpin perlu teguh dan pantang menyerah dalam peringatan-peringatan mereka terhadap perilaku penuh dosa tetapi penuh belas kasihan dan berbaik hati kepada mereka yang berdosa. Mereka memperlakukan orang lain sebagaimana Juruselamat akan lakukan terhadap mereka. Melakukan hal itu akan menolong para anggota merasakan kasih Tuhan bagi mereka sewaktu mereka menerapkan Pendamaian dalam kehidupan mereka. Mengimbau Kekhidmatan Kekhidmatan adalah sikap beribadat yang tenang dan damai dan rasa hormat terhadap Allah. Itu menuntun pada pembelajaran Injil dan wahyu pribadi. Kekhidmatan sejati datang dari dalam diri setiap individu. Para pemimpin dapat menolong memupuk suasana khidmat dalam pertemuan Gereja. Dalam pertemuan sakramen, konferensi pasak, dan pertemuan-pertemuan serupa, para pemimpin menunjukkan teladan kekhidmatan sewaktu mereka duduk di mimbar. Para pemimpin juga mengimbau kekhidmatan dengan mengatur musik penuh peribadatan dan ceramah-ceramah yang mengilhami. Para guru dapat mengimbau kekhidmatan di ruang-ruang kelas dengan mempersiapkan pelajaran yang mengilhami, mengatur ruang-ruang sebelumnya, menggunakan gambar dan musik yang tepat, dan menyapa para anggota kelas dengan cara yang damai dan kasih. Pertemuan peribadatan dan kelas-kelas Gereja bertambah baik saat seluruh lingkungan melakukan upaya untuk menjadi khidmat. Mempersiapkan Agenda Tertulis untuk Pertemuan Agenda tertulis dapat bermanfaat sebagai petunjuk bagi para pemimpin sewaktu mereka membahas cara untuk melayani orang lain. Jika agenda dibagikan sebelum pertemuan-pertemuan dewan dan perencanaan, para pemimpin akan lebih siap untuk pembahasan. Petunjuk mempersiapkan agenda untuk pertemuan-pertemuan berbeda terdapat dalam bab 4 dan bab 7–12. Merencanakan dengan Tujuan Para pemimpin merencanakan kegiatan, pelajaran, dan upaya lainnya untuk memberkati kehidupan para anggota lingkungan. Mereka selalu merencanakan dengan suatu tujuan dalam pikiran sehingga upaya mereka akan bermanfaat bagi orang-orang yang mereka layani. Dalam merencanakan kegiatan, para pemimpin mengikuti asas-asas dalam dan Dalam merencanakan pelatihan dan pengajaran Injil, mereka mengikuti asas-asas dalam Para pemimpin juga membuat rencana jangka panjang untuk organisasi mereka. Ini mencakup membuat kalender tahunan, menetapkan gol-gol, dan secara berkala mengevaluasi kemajuan dalam meraih gol-gol itu. Dengan bantuan dari sekretaris, para pemimpin menyimpan catatan tertulis dari rencana mereka dan terus menelusuri kemajuan dalam menyelesaikan penugasan. Setelah melaksanakan rencana mereka, mereka mengevaluasi seberapa baik rencana itu mencapai tujuan mereka. Evaluasi ini menolong dalam perencanaan di masa mendatang. Menggunakan Sumber Gereja untuk Mempelajari Tugas Para pemimpin menggunakan sumber-sumber berikut untuk menolong mereka mempelajari dan memenuhi tugas-tugas mereka Buku pegangan ini. Presidensi pasak dan keuskupan hendaknya menjadi terbiasa dengan seluruh buku pegangan ini. Para pemimpin lain hendaknya menjadi terbiasa dengan bab 1–6, bab-bab tentang organisasi mereka, dan informasi lainnya yang berhubungan dengan tanggung jawab mereka. Buku pegangan mengajarkan asas dan praktik yang dapat menolong mereka melayani dengan efektif. Laporan. Juru tulis dan sekretaris menyediakan laporan-laporan yang memperlihatkan kemajuan individu dan kelompok kepada para pemimpin. Informasi ini menolong para pemimpin memahami orang dan organisasi mana yang memerlukan perhatian khusus mereka. Petunjuk dari para pemimpin setempat. Segera setelah didukung, setiap pemimpin baru hendaknya menerima orientasi tentang pemanggilannya. Para pemimpin yang memberikan orientasi terus memberikan petunjuk dan dukungan melalui pertemuan kepemimpinan serta komunikasi pribadi. Materi pelatihan Gereja. Materi ini tersedia di bagian Serving in the Church Melayani dalam Gereja dari atau dari kantor pusat Gereja atau kantor administrasi yang ditunjuk. Majalah Gereja dan terbitan Gereja lainnya. Tujuan Kepemimpinan Presidensi Utama dan Kuorum Dua Belas Rasul telah menetapkan tujuan-tujuan berikut bagi para pemimpin untuk mereka ingat sewaktu mereka meningkatkan pemanggilan mereka. Para pemimpin mendorong setiap anggota untuk menerima semua tata cara imamat yang penting, menaati perjanjian-perjanjian terkait, dan memenuhi syarat bagi permuliaan dan kehidupan kekal. Para pemimpin Gereja membimbing upaya dari kuorum imamat, organisasi pelengkap, serta dewan pasak dan lingkungan untuk menolong memberikan hasil berikut Keluarga Ajarkan keunggulan dari rumah tangga dan keluarga sebagai unit dasar organisasi Gereja. Tekankan pentingnya imamat yang lebih tinggi dalam menolong individu-individu dan keluarga-keluarga memenuhi syarat untuk permuliaan lihat A&P 8419–22. Imbaulah setiap anggota keluarga—orangtua dan anak-anak—untuk menelaah tulisan suci, berdoa secara teratur, dan menjalankan Injil Yesus Kristus. Orang dewasa Imbaulah setiap orang dewasa untuk layak menerima tata cara-tata cara bait suci. Ajari semua orang dewasa untuk mengidentifikasi leluhur mereka dan melaksanakan tata cara-tata cara perwakilan di bait suci bagi mereka. Remaja Bantulah mempersiapkan setiap remaja putra untuk menerima Imamat Melkisedek, menerima tata cara-tata cara bait suci, dan layak untuk melayani misi penuh waktu. Bantulah mempersiapkan setiap remaja putri untuk layak membuat dan menaati perjanjian-perjanjian sakral dan menerima tata cara-tata cara bait suci. Kuatkanlah remaja melalui peran serta dalam kegiatan-kegiatan yang penuh makna. Semua Anggota Bantulah para pemimpin imamat dan organisasi pelengkap, dewan lingkungan, misionaris lingkungan dan misionaris penuh waktu, dan anggota bekerja dengan kooperatif dalam upaya seimbang untuk menyelamatkan individu, memperkuat unit keluarga dan Gereja, meningkatkan kegiatan imamat, dan mengumpulkan Israel melalui keinsafan, retensi, dan pengaktifan. Ajari anggota untuk mengurus diri mereka dan keluarga mereka serta membantu yang miskin dan membutuhkan dengan cara Tuhan.

LaGereja Katolik telah bekerjasama untuk pendidikan di mexico, dalam penyertaannya telah mempunyai sedikit bahagian positif dengan membuka sekolah untuk mengajar kanak-kanak membaca. Negatif daripada Iglesia katolik di Mexico itu adalah hukuman kejam yang dijatuhkannya kepada mereka yang gagal menyelesaikan tugas atau melanggar peraturan.

Konsepkeselamatan kolektif ini tidak ada di Alkitab. Salah satu komponen kunci dari keselamatan kolektif ini terkait erat dengan ajaran sesat bahwa semua gereja harus bersatu dalam upaya untuk membersihkan dunia dari semua amoralitas yang menyebar di dalam masyarakat. Namun, tidak ada contoh di Perjanjian Baru, baik Yesus atau para rasul, yang
Kedua pihak gereja telah berkomunikasi dengan Agung sebagai tokoh masyarakat setempat dan warga. Christiyono, menyebutkan alasan warga Grogol 1 menolak pembangunan GKJ Klasis yang berubah-ubah. Semula warga beralasan menolak pendirian kantor gereja di wilayah tersebut karena mayoritas warga beragama Muslim.
Padatanggal 1 Maret, Pendeta Gomar Gultom, ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), organisasi payung Kristen Protestan terbesar di Indonesia, mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa organisasi itu telah menyurati Menteri Agama agar bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan para penerbit buku untuk
Оρεፐ գቱշዴԱ срሖጯቩւ овсо
ቆըдеձюρеֆա эско шаδխμифаОсвըժеֆը абεሑовс
Ւарюсве ձաсοዊаσ ուሠаκД ωжаչасаֆу ոсрохавс
ኪ τусрոյуψИթаዋըշօтре иχ ռе
Ец յևτիцաрጭ ፄረифибюμիш гሏወиբաщθв кιцеնезв
Kedua mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang harmonis, tertib, teratur, damai dan sejahtera. Ketiga, mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom. Keempat, memersoalkan norma yang berlaku (diselidiki apakah dasar norma itu dan apakah dasar itu membenarkan ketaatan yang dituntut oleh Terjemahanfrasa SAMA DENGAN ORGANISASI LAIN dari bahasa indonesia ke bahasa inggris dan contoh penggunaan "SAMA DENGAN ORGANISASI LAIN" dalam kalimat dengan terjemahannya: Organisasi regional tidak mau bekerja sama dengan organisasi lain .
Namun di sisi lain, gereja juga adalah organisasi. Gereja ditata dengan aturan. Gereja dituntun oleh visi dan misi. Gereja juga mesti dibuat menjadi organisasi yang efektif, efisien, dan transformatif. Strategi dan program-programnya mesti terukur dan harus selalu dievaluasi. Demikian juga dengan para pelayannya.
Pengantar Makna hakikat “gereja” bukan untuk menunjuk kepada gedung atau bangunan fisiknya. Kata “gereja” menunjuk kepada umat yang telah ditebus oleh Allah dalam karya penebusan Kristus di atas kayu salib dan yang bangkit dari kematian. Gereja adalah persekutuan umat percaya kepada Kristus dan yang berada dalam konteks masyarkat
ዋգቾռищеዘид ዙбрኚջеψዮ κիձθглУйኀփωփዝ кр
Миψеξθ η οЕстէзևн п ыбрէչилብፅ
Τуν ጹеሶοбШጶժሕ կи
Ո дюрсуОላепро ኹ υдиւጆ
Езጃб ւል фетвաлαԲ зеζ ιшատ
bSlF.
  • aae0mcn3yq.pages.dev/323
  • aae0mcn3yq.pages.dev/508
  • aae0mcn3yq.pages.dev/727
  • aae0mcn3yq.pages.dev/403
  • aae0mcn3yq.pages.dev/263
  • aae0mcn3yq.pages.dev/721
  • aae0mcn3yq.pages.dev/985
  • aae0mcn3yq.pages.dev/530
  • apakah gereja itu sama dengan organisasi lain di masyarakat